Kelas menulis yang
diselenggarakan oleh lembaga sulsel
menulis telah memasuki pertemuan ketiga pada hari ini (red, 6 April 2013). Kegiatan
ini dilaksanakan di aula gedung Sentra Pendidikan Bisnis, Jl. Sultan Alauddin. Antusiasme
peserta menulispun lumayan tinggi, terbukti dengan banyaknya peserta baru yang
datang diluar dari peserta sulsel menulis sebelumnya.
Workshop menulis dengan tema teknik menemukan ide menjadi topik yang
menarik bagi penulis pemula, sebagaimana kita ketahui bahwa penulis pemula itu
banyak terkendala dari cara menemukan ide untuk menjadi sebuah tulisan.
Materi workshop yang dibawakan
oleh kanda Bahrul ulum sebenarnya materi yang sederhana namun jarang
diaplikasikan oleh penulis pemula, misalnya membuat ‘buku ide’ atau buku
catatan khusus yang memuat dokumentasi ide-ide tulisan sehingga saat ingin
menulis kita sudah mendapatkan kumpulan ide yang dapat dibuat menjadi sebuh
tulisan. Dan cara lain untuk memunculkan ide baru bisa lewat Mind Mapping yaitu teknik menghadirkan
ide lewat peta pikiran yang berawal dari satu titik , lalu tersebar kesegala
arah dengan bebas. Metode lain pun bisa berupa metode SCAMPER (Substitusi,
Combine, Adapt, Magnify/Modify, put to other use, Eliminate, Rearrangge/Reverse)
Ending dari kelas menulis ini
setelah materi adalah praktek menulis. Tentu tidak sah rasanya jika belajar
menulis hanya sekedar teori tanpa praktek menulis, dan jadilah peserta
mendapatkan tugas untuk menulis dari sebuah slide berupa gambar yang memuat
sebuah keluarga sedang bermain puzzle dalam waktu 15 menit.
Sangat menarik, hanya dalam waktu
15 menit seluruh peserta mampu menulis sesuai dengan imajinasinya. Ada yang
menulis sebuah puisi, cerita mini dan beberapa harapan dalam sebuah keluarga
hanya dari sebuah gambar.
Sesi terakhir ada sebuah sharing
ide dari pak Rustan Ibnu Abbas bagaimana menangkap peluang-peluang ide menjadi
sebuah tulisan dan selanjutnya membedah tulisan-tulsian peserta dengan
menggunakan metode Mind Mapping.
Jadi sebenarnya menulis itu
tidaklah sulit, kita hanya perlu mengelola mood, memberi waktu dan perlu sebuah
pemantik agar ide dalam kepala tersebut menjadi sebuah tulisan.
Semangat menulis yooo..guys :)
Sumber gambar: dokumen sulsel menulis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar