Saat ini demam korea
memang sedang melanda di Indonesia. Mulai dari anak sekolah, remaja
sampai yang udah dewasa pun hanyut dalam kekaguman ini. Banyak alasan
yang membuat Korea begitu diminati dan tetap mempunyai tempat dihati
para fansnya, termasuk saya sendiri hehe…
Hmm.. saya tidak mau membahas terlalu jauh mengenai
alasan-alasan tersebut. Kali ini saya hanya ingin mengupas hal apa yang
membuat Drama korea itu begitu diminati di negara kita ketimbang
sinetron yang merupakan produk dalam negeri (menurut saya sendiri lho,
kalian bebas buat versi sendiri yah). Berikut beberapa alasan tersebut:
- Jalan cerita
Jalan cerita yang disuguhkan oleh
drama korea sangatlah berbeda dengan sinetron kita. Kalau jalan cerita
dari drama korea sangatlah sederhana dan fokus hanya membahas tentang
itu. Seperti contoh kalau kalian pernah menonton drama korea “49 days”.
Drama ini sangatlah sederhana hanya membahas tentang bagaimana seorang
perempuan harus mencari 3 tetes air mata untuk dapat hidup kembali.
Mengapa saya katakan fokus? Karena dalam drama korea tidak pernah
memberikan pemain-pemain yang tidak berhubungan sama sekali dengan jalan
cerita, yang hanya jadi penghias semata untuk lucu-lucuan atau melawak.
Kalau disinetron kan selalu saja ada pemain yang sama sekali tidak penting misalnya ada pembantu yang terlalu ditonjolkan karakternya atau pemain yang menjadi pengacau terus tapi intinya tidak terlalu berpengaruh pada jalan cerita. Nah hal seperti ini yang biasanya membuat penonton setia indonesia merasa jenuh dan akhirnya tidak tertarik menonton kelanjutan episodenya.
Dan satu hal lagi jalan cerita versi sinetron Indonesia tuh mudah sekali ditebak, misalnya pas lagi menyeberang tiba-tiba ketabrak mobil dan akhirnya lupa ingatan. Biasa juga tiba-tiba ada pergantian pemain, jadi dibuatlah jalan ceritanya seolah-olah kecelakaan dan perlu operasi plastik.. (hmm tidak kreatif banget deh) Mungkin metode ini yang dilakukan untuk memperpanjang jalan ceritanya, padahal sebagai penonton tuh bukan kuantitas episodenya yang dibutuhkan tapi kualitas dari sinetron/drama seri.
Kalau disinetron kan selalu saja ada pemain yang sama sekali tidak penting misalnya ada pembantu yang terlalu ditonjolkan karakternya atau pemain yang menjadi pengacau terus tapi intinya tidak terlalu berpengaruh pada jalan cerita. Nah hal seperti ini yang biasanya membuat penonton setia indonesia merasa jenuh dan akhirnya tidak tertarik menonton kelanjutan episodenya.
Dan satu hal lagi jalan cerita versi sinetron Indonesia tuh mudah sekali ditebak, misalnya pas lagi menyeberang tiba-tiba ketabrak mobil dan akhirnya lupa ingatan. Biasa juga tiba-tiba ada pergantian pemain, jadi dibuatlah jalan ceritanya seolah-olah kecelakaan dan perlu operasi plastik.. (hmm tidak kreatif banget deh) Mungkin metode ini yang dilakukan untuk memperpanjang jalan ceritanya, padahal sebagai penonton tuh bukan kuantitas episodenya yang dibutuhkan tapi kualitas dari sinetron/drama seri.
- Pemain
Membahas mengenai pemain drama
korea memang gak ada duanya deh. Secara dari face memang paling keren
deh dan baby face. Belum lagi skill para pemain, biasanya bukan hanya
sebagai aktor atau aktris semata, banyak yang punya background dancer
dan singer, seperti Jang Geun Suk, Gim Hyeon Jung, Koo hye sun, Lee Min Ho, Ha Ji Won,
dst. Untuk pemain sinetron Indonesia sih gak kalah menariknya juga,
sampai saat ini menurutku yang lumayan bagus juga dalam bermain drama
seri di Indonesia terdapat beberapa aktor dan aktris salah satunya Agnes monica yang
lumayan punya banyak talenta baik sebagai singer maupu aktris dan satu hal lagi
dia cerdas dalam memilih drama yang akan dia mainkan, saluut dah. Oh
iya satu hal juga yang membuat drama korea punya nilai plus, pemainnya
tidak terlalu banyak, tidak sebanyak di sinetron Indonesia heheheee....
- Sound track
Berbicara mengenai drama korea
tidak pernah lepas dari sound track yang pas sekali dengan jalan
ceritanya. Cukup dengan mendengarkan sound tracknya maka akan
mengingatkan kita dengan jalan ceritanya.
Ada yang masih ingat dengan
drama korea Endless love? Wah… kalau
iya, pasti kalian juga tidak lupa dengan sound tracknya yang mengharu
biru itu kan? Hanya dengan mendengarkan sound track saja sudah mampu
membuai emosi kita jadi ikut sedih, belum lagi kalau nonton dramanya.
Waaahhh bisa menghabiskan tisu deh hehe… kalau drama seri di negara
kita, sampai saat ini sepertinya belum ada yang bisa membuat sound track
yang memang benar-benar menyentuh dan khusus dibuat hanya untuk
sinetron itu saja, bukan lagu dari penyanyi lain yang di sandingkan
dengan sinetron hanya karena isi dari lagu tersebut sama dengan kisah
disinetron.
Kalau di Indonesia kan biasanya yang dibuatkan sound track
khusus hanya film-film yah. Padahal untuk sinetron boleh juga sih
sebenarnya, tapi mungkin bayarannya kurang pas, jadi tidak kesampaian
hehe…
- Jumlah episode atau lama tayang
Bagi para koreanis (penggemar korea)
pasti sudah mengetahui dengan pasti bahwa jumlah episode dari drama
korea biasanya berdurasi sekitar 15 episode sampai 20 episode, kalaupun
ada yang lama paling sekitar 25 episode saja. Mengapa dengan sedikitnya
episode malam menjadi nilai lebih bagi drama korea? Karena terkadang
penonton akan cepat merasa bosan jika ceritanya terlalu berliku-liku dan
berbelit-belit. Dan hal ini yang akan membuat para penonton lari.
Jadi
teringat dengan sinetron tersanjung waktu masih kecil
dulu. Awalnya sih sinetron tersebut sangat menarik karena diperankan
oleh pemain yang lagi naik daun saat itu, tetapi
lama kelamaan jadi membosankan deh. Ujung ceritanya tidak tau mau
dibawa kemana, dan terlalu banyak pemain. Terakhir saya tidak tau
tersanjung dibuat sampai tersanjung berapa (kalau tidak salah tersanjung
7 yah). Intinya biarlah sedikit episode tapi berkesan dihati penonton.
Hal ini sama juga dengan filosofi hidup yang dilarang berlebih-lebihan
apapun itu. Nah mungkin bisa berlaku juga buat sinetron Indonesia yah..
hehehe….
Hmm… sekian dulu ulasan saya yah
mudah-mudahan ada pemerhati sinetron yang sempat membacanya. Oh iya
sekali lagi tulisan ini murni hasil pemikiranku dan tidak ada maksud
untuk mencela produk dalam negeri, saya hanya ingin membagi sedikit
uneg-uneg demi kemajuan dunia pertelevisian di Indonesia. Chaayooo…
3 komentar:
pilih drakoooorrr...eheheheheh
@mbak Poet: ahhaaaa.... sama donk kita mbak.. toss dulu ahhh :D
didrama korea skenario n scrip dah jadi dari awal tinggal syuting, soal rating nunggu ntar, beda sama indonesia ceritanya dah dikasih tau diawal trus syuting beberapa episode, alhasil kl rating jelek ya cm dikit episode nya kl lumayan ya itu episodenya mengular sesionnya akhirnya g byambung sama cerita awal,,beuh beuh.. trus semua ceritanya hampir mirip.. cuma bullying
Posting Komentar